Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Majas Siswa Kelas V
DOI:
https://doi.org/10.55732/s8bp5728Kata Kunci:
Bahasa Indonesia, Pemahaman majas, Penelitian Tindakan Kelas, Teams Games TournamentAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V mengenai majas di SDN Karangtanjung melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mengenali dan memahami jenis-jenis majas dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari hasil nilai belajar yang rendah pada pra-siklus serta kurangnya partisipasi aktif siswa saat belajar. Penelitian ini merupakan tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini mencakup 29 siswa kelas V di SDN Karangtanjung. Teknik untuk mengumpulkan data terdiri dari observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif guna mengevaluasi peningkatan hasil belajar siswa. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan model TGT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa serta pemahaman mereka terhadap materi majas. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dan prosentase ketuntasan belajar dari pra-siklus ke siklus I, yang selanjutnya meningkat lagi pada siklus II hingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, yaitu ≥80% siswa memperoleh KKM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jenis pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament efektif dalam meningkatkan pemahaman majas di kalangan siswa sekolah dasar.
The objective of this study was to improve the understanding of figurative language among fifth-grade students at SDN Karangtanjung through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model. The study was motivated by the students' low proficiency in identifying and comprehending various types of figurative language during Indonesian language lessons. This issue was evidenced by poor academic performance during the pre-cycle stage and a lack of active student participation during instruction. This research took the form of classroom action research conducted over two cycles, with each cycle comprising planning, implementation of action, observation, and reflection. The study involved 29 fifth-grade students at SDN Karangtanjung. Data collection techniques included observation, learning outcome tests, and documentation. Data analysis employed a descriptive-quantitative approach to evaluate improvements in student learning outcomes. The findings indicate that implementing the TGT model enhanced student learning engagement and their comprehension of figurative language concepts. This was demonstrated by an increase in average scores and the percentage of students achieving mastery—rising from the pre-cycle to Cycle I and further improving in Cycle II—until the established success indicator was met: at least 80% of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM). Thus, it can be concluded that the Teams Games Tournament cooperative learning model is effective in improving elementary school students' understanding of figurative language.
Referensi
Aprilia, G. et al. (2025) ‘Peningkatan Hasil Belajar IPAS Materi Gaya Magnet melalui Media Wordwall di Kelas V Sekolah Dasar’, Jurnal Basicedu, 9(6), pp. 1748–1758. Available at: https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i6.10819.
Dinita, D.R., Haryadi and Wahyudi, B. (2025) ‘Pengaruh Media Pembelajaran Pohon Bermajas Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar’, Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.38325.
Lutfiyani, A.H. (2019) ‘Keefektifan Model Teams Games Tournament Terhadap Minat Belajar’, Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(2), p. 142. Available at: https://doi.org/10.23887/jisd.v3i2.17760.
Rahayu, R., Iskandar, S. and Abidin, Y. (2022) ‘Inovasi Pembelajaran Abad 21 dan Penerapannya di Indonesia’, Jurnal Basicedu, 6(2), pp. 2099–2104. Available at: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2082.
Rezeki, W.S., Kurniawati, R.P. and Komaladewi, R. (2024) ‘Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa di Sekolah Dasar’, Jurnal Basicedu, 8(6). Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i6.8761.
Savitri, O. and Meilana, S.F. (2022) ‘Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah Dasar’, Jurnal Basicedu, 6(4), pp. 7242–7249. Available at: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3457.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rahmada Salsabillah Nurul Izzaty, Machfudzil Asror

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
