Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Model Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II
DOI:
https://doi.org/10.55732/qcgzbp75Kata Kunci:
Hasil belajar, Teams Games Tournament, Pendidikan pancasilaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mengenai simbol dan sila Pancasila dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas II SDN Karangtanjung. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diambil melalui pengamatan aktivitas guru dan siswa serta tes untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua aspek tersebut. Di siklus I, aktivitas guru tercapai pada 73% dan aktivitas siswa pada 66,7%, sedangkan ketuntasan belajar baru mencapai 28% dengan 8 siswa yang tuntas. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 91,67% dan aktivitas siswa mencapai 89,58%. Ketuntasan hasil belajar juga meningkat menjadi 83%, dengan 24 siswa dinyatakan tuntas. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dan hasil belajar di mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Model ini bisa digunakan sebagai pilihan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, serta dapat mendorong siswa untuk berkolaborasi dan bersaing dengan cara yang positif.
This study aims to improve students' learning outcomes regarding the symbols and principles of Pancasila by applying the Cooperative Learning model of the Teams Games Tournament (TGT) type to second-grade students at SDN Karangtanjung. The method used is Classroom Action Research (CAR), carried out in two cycles, each including the steps of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observations of teacher and student activities and tests to measure learning outcomes. The results of the study showed a significant increase in both aspects. In the first cycle, teacher activity reached 73% and student activity 66.7%, while learning completeness only reached 28%, with 8 students achieving mastery. After improvements were made in the second cycle, teacher activity increased to 91.67%, and student activity reached 89.58%. Learning completeness also increased to 83%, with 24 students declared to have achieved mastery. These findings indicate that the use of the TGT learning model is effective in increasing student participation and learning outcomes in the Pancasila Education subject. This model can be used as a more engaging and interactive learning option, and it can encourage students to collaborate and compete positively.
Referensi
Abd Rahman, S. A. M. (2022). Pengertian pendidikan, ilmu pendidikan dan unsur-unsur pendidikan. 2(1), 1–8.
Adiptra, dede kurnia. (2021). Meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe tgt ( teams games tournament ) pada mata pelajaran ipa di sekolah dasar 1),2). 104–111.
Agustin, D., Regina, B. D., Wardani, R. S., Malang, S. D. N. K., No, J. P., Klojen, K., & Malang, K. (2024). Penerapan Model Teams Games Tournament ( TGT ) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V-B Sekolah Dasar. 36(2), 150–165.
Agustin, N., Dewi, K. P., & Candrawati, D. E. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Project Based Learning Mapel Matematika Kelas II SD Negeri Balirejo Tahun 2022/2023. 11.
Anggraeny, D., Nurlaili, D. A., Mufidah, R. A., & Tangerang, U. M. (2020). Analisis teknologi pembelajaran dalam pendidikan sekolah dasar. 4, 150–157.
Arikunto, S. (2021). Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Bumi Aksara.
Hakikah, A. D., & Adri, H. T. (2024). DIDAKTIK GLOBAL.
Motoh, theopilus c. (2022). Teknologi Pendidikan Madako Jurnal. 1–17.
purwaningsih. (2022). PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 8 CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI. 2(4), 422–427.
Rahayu. (2013). Bab ii kajian teoretik. 1, 8–52.
Sagala, S. (2011). BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakekat Pembelajaran 1. Pengertian Pembelajaran. 20, 10–38.
Setyaningrum, tri wahyu. (2024). 1 , 2 1,2. Didaktik: Jurnal Ilimiah PGSD, 10, 1–9.
Sukardi. (2011). BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (. 36–48.
Yulistianti, H. D., & Megawati, E. (2019). ANALISIS INSTRUMEN TES HIGHER ORDER THINKING. 13(1), 41–54.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Huriyah Oktavia, Riski Sugiarto, Machfudzil Asror

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
