Meningkatkan Pemahaman Keberagaman Sosial dan Budaya melalui Model Teams Games Turnament (TGT) pada Siswa Kelas IV SDN Ketegan

Penulis

  • Ani Hidayati Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo image/svg+xml
  • Fakhrur Rozy Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo image/svg+xml
  • Linda Rizqi Budiyanti Sekolah Dasar Negeri Ketegan, Tanggulangin Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.55732/3f63cr12

Kata Kunci:

Keberagaman Sosial dan Budaya, Pendidikan, Pengajaran, SD Negeri Ketegan, Strategi Pengajaran, Teams Games Tournament (TGT)

Abstrak

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Ketegan tentang keberagaman sosial dan budaya melalui model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan PPT. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil pra-siklus menunjukkan siswa belum memahami contoh keberagaman dan belum menunjukkan sikap menghargai perbedaan. Pada siklus I, pembelajaran tanpa TGT menghasilkan ketuntasan 64,7%, sehingga diperlukan perbaikan. Pada siklus II, penerapan TGT dan pengelompokan yang lebih kecil meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa, dengan ketuntasan mencapai 88,2%. Terjadi peningkatan sebesar 23,5% dari siklus sebelumnya. Dengan demikian, model TGT efektif dalam membantu siswa memahami keberagaman sosial dan budaya secara lebih aktif dan bermakna.

This classroom action research aims to improve fourth-grade students’ understanding of social and cultural diversity at SDN Ketegan through the Teams Games Tournament (TGT) model supported by PPT media. The study consisted of two cycles. Pre-cycle observations showed that students had not yet understood examples of diversity or demonstrated respectful attitudes. In Cycle I, learning without TGT resulted in 64.7% mastery. Improvements were made in Cycle II by applying TGT with smaller groups, increasing student participation and understanding, achieving 88.2% mastery. This shows a 23.5% improvement. Thus, TGT is effective in enhancing students’ understanding of social and cultural diversity.

Referensi

Abidah, A., Aklima, L., & Razak, R. (2022). Integrasi teknologi dalam pendidikan dasar di era pendidikan 5.0. Jurnal Pendidikan, 10(2), 45–56.

Amin, M., & Mustaqim, M. (2021). Implementasi prinsip Revolusi Industri 4.0 dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 5(1), 23–34.

Anam, S., Fadillah, R., & Putri, N. (2020). Pengembangan profesional guru melalui pelatihan dan workshop. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(3), 78–89.

Aprily, F. (2020). “Integrasi nilai spiritual dalam pendidikan dasar”. Jurnal Pendidikan Karakter, 6(1), 12–21.

Asitah, S., & Ismafitri, I. (2021). Strategi belajar aktif untuk meningkatkan motivasi siswa. Jurnal Pendidikan Inovatif, 4(2), 34–44.

Azizah, N. (2021). Pendidikan holistik: Integrasi aspek spiritual, emosional, dan sosial. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 15–25.

Daga, R. (2021). “Tantangan pembelajaran di sekolah dasar”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 50–61.

Hamzah, H., Prasetyo, E., & Wulandari, A. (2023). Strategi pembelajaran partisipatif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 11(2), 45–55.

Halim, M. (2022). “Fondasi pendidikan di tingkat sekolah dasar”. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 12–22.

Isma, R., Satria, A., & Putra, D. (2023). Keterbatasan sumber daya dalam pendidikan dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(2), 34–45.

Khasanah, N., & Rigianti, H. (2023). Variasi metode pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa. Jurnal Pendidikan Inovatif, 7(1), 55–66.

Maulana, R., & Purnomo, H. (2021). Strategi implementasi "Making Indonesia 4.0" di SD. Jurnal Teknologi Pendidikan, 5(2), 50–60.

Mawardi, A. (2023). Integrasi teknologi dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 6(1), 25–35.

Rosarian, R., & Dirgantoro, R. (2020). Hubungan interpersonal guru dan siswa di kelas. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 40–52.

Safitri, L., & Adiyono, A. (2023). Efektivitas pembelajaran partisipatif untuk mengurangi perilaku disruptif. Jurnal Pendidikan Inovatif, 5(1), 30–40.

Santoso, B. (2023). Tantangan dalam pengajaran dan inovasi guru. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 20–32.

Sari, R., Nugroho, A., & Putri, E. (2021). “Strategi guru dalam menghadapi pembelajaran monoton di sekolah dasar”. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 6(2), 145–159.

Sisiawan, D., Wicaksono, F., & Lestari, A. (2020). Problem-solving dan adaptasi guru menghadapi keterbatasan fasilitas. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1), 15–25.

Slavin, R. E. (2015). “Cooperative Learning: Theory, Research and Practice”. Allyn & Bacon.

Uno, H., & Mohamad, A. (2012). Strategi belajar aktif dan partisipatif. Jurnal Pendidikan, 2(1), 10–20.

Wardhani, S. (2020). Diferensiasi pengajaran untuk mengakomodasi keberagaman siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(2), 35–45.

Wulandari, R., Sutikyanto, D., & Mujiyanto, A. (2024). Optimalisasi praktik pengalaman lapangan mahasiswa PGSD. Jurnal Pendidikan Guru, 8(1), 12–22.

Yasin, R. (2022). Keterbatasan fasilitas dan tantangan pendidikan di SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 25–35.

Zulfa, S., Ni’mah, L., & Amalia, T. (2023). Integrasi teknologi dan strategi pengajaran di era pendidikan 5.0. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 50–60.

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-10

Cara Mengutip

Meningkatkan Pemahaman Keberagaman Sosial dan Budaya melalui Model Teams Games Turnament (TGT) pada Siswa Kelas IV SDN Ketegan. (2025). Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 76-85. https://doi.org/10.55732/3f63cr12