Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Kelas IV SDN Pucang 4 Sidoarjo pada Materi Bangun Datar melalui Media Origami

Penulis

  • Rofiatul Istianah Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo image/svg+xml
  • Rosyidah Umami Octavia Sekolah Dasar Negeri Pucang IV, Sidoarjo
  • Arie Widya Murni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.55732/f60s5885

Kata Kunci:

geometri sekolah dasar, media manipulatif, origami, PTK, elementary geometry, manipulative media

Abstrak

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep bangun datar melalui penggunaan media origami. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dari 61,31% menjadi 91,6% dan aktivitas siswa dari 56,65% menjadi 89,1%. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 72 pada siklus I menjadi 78 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal naik dari 71% menjadi 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan origami efektif meningkatkan pemahaman konsep bangun datar melalui pengalaman belajar konkret. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan bukti empiris penggunaan media manipulatif sederhana dalam PTK untuk meningkatkan pemahaman konseptual geometri siswa sekolah dasar. 

This study aims to improve students’ understanding of plane shapes through the use of origami as a manipulative learning medium. The study employed classroom action research conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 21 fourth-grade students. Data were collected through observation of teacher and student activities and learning outcome tests. The results showed an increase in teacher activity from 61.31% to 91.6% and student activity from 56.65% to 89.1%. The average learning score improved from 72 in Cycle I to 78 in Cycle II, while classical mastery increased from 71% to 95%. These findings demonstrate that origami effectively enhances conceptual understanding of plane geometry through concrete learning experiences. The novelty of this study lies in strengthening empirical evidence of simple manipulative media within classroom action research to support conceptual geometry learning in elementary education.

Referensi

(Pengajar, Pendidikan and Yogyakarta, 2008; Ilmiah, Guru and Dasar, 2014; Wardhani, Dasar and Malang, 2016; Katolik and Charitas, 2017; ‘Classroom action research as the professional development of indonesian language teachers’, 2023; Indriani, Saputra and Hayun, 2024; Silviana et al., 2024; Etding et al., 2025)‘Classroom action research as the professional development of indonesian language teachers’ (2023), 4(1), pp. 50–61.

Etding, M. et al. (2025) ‘Penggunaan Media Bangun Datar dari Kertas Origami terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Materi Mengenal Macam-Macam Bangun Datar di Kelas II SD Katolik Santa Maria Kalabahi’, (2013).

Ilmiah, J., Guru, P. and Dasar, S. (2014) ‘Jurnal PGSD’, 14(2), pp. 195–205.

Indriani, S.N., Saputra, D.W. and Hayun, M. (2024) ‘Penggunaan Media Pembelajaran Kertas Origami dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II-D SDN Pondok Cabe Ilir 01’, pp. 373–380.

Katolik, U. and Charitas, M. (2017) ‘Desain Materi Bangun Datar Menggunakan Origami Berkonteks Tangram di SD Kelas II’, 3(1), pp. 33–40.

Pengajar, S., Pendidikan, J. and Yogyakarta, U.N. (2008) ‘Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Akuntansi – Universitas Negeri Yogyakarta 87’, VI(1), pp. 87–93.

Silviana, A. et al. (2024) ‘MODEL DISCOVERY LEARNING’, 5(35), pp. 46–56.

Wardhani, D., Dasar, P. and Malang, P.N. (2016) ‘Origami Terhadap Kecerdasan Spasial Matematika Siswa’, pp. 2007–2011.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-09

Cara Mengutip

Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Kelas IV SDN Pucang 4 Sidoarjo pada Materi Bangun Datar melalui Media Origami. (2026). Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(1), 148-153. https://doi.org/10.55732/f60s5885