Analisis Biaya Logistik dan Implikasinya terhadap Akurasi Harga Pokok Penjualan serta Margin Laba: Studi Kasus pada Perusahaan Ritel Barang Besar Bulky

Authors

  • Puja Mutia Susanti Indonesia Open University image/svg+xml
  • Devi Maya Sofa Universitas Teknologi Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55732/nemr.v4i2.2302

Keywords:

Biaya Logistik, HPP, Barang Besar, Studi Kasus Kualitatif, Activity-Based Costing, Margin Laba

Abstract

Industri ritel barang besar di Indonesia tumbuh dengan cepat, namun menyimpan persoalan yang belum terselesaikan: tingginya biaya logistik yang kerap sulit diukur secara akurat dalam sistem pencatatan biaya perusahaan. Penelitian ini mengkaji Bulky, perusahaan ritel e-commerce berbasis di Bogor yang berdiri tahun 2023 dan mulai mengkhususkan diri pada kategori produk pembelian dalam jumlah besar sejak tahun 2024, dengan jangkauan pengiriman ke lebih dari 50 kota di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, margin laba kotor perusahaan menggambarkan pola yang menarik sekaligus mengkhawatirkan: merangkak naik dari 29,44% pada Januari hingga menyentuh 38,75% di bulan Mei, lalu anjlok ke titik terendah 17,84% pada September, dan menutup tahun di posisi 18,75% dengan rata-rata tahunan 27,63%. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, memetakan struktur dan komponen riil biaya logistik di Bulky; kedua, mengevaluasi sistem pengukuran dan pengalokasian biaya logistik ke dalam Harga Pokok Penjualan (HPP) yang selama ini diterapkan; ketiga, menganalisis implikasi metode tersebut terhadap akurasi perhitungan HPP; dan keempat, mengkaji dampak ketidaktepatan HPP terhadap margin laba perusahaan. Desain penelitian menggunakan studi kasus kualitatif eksplanatori, dengan data primer dari wawancara mendalam bersama tiga narasumber Supervisor Logistik/Operasional, Supervisor Finance Accounting, dan Staf Finance serta data sekunder berupa laporan keuangan bulanan Januari-Desember 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tarif tetap 8% dari nilai penjualan sebagai dasar alokasi biaya logistik menyebabkan distorsi yang sistematis: produk berukuran besar menanggung biaya terlalu rendah (undercost), sementara produk kecil justru menanggung beban yang melebihi kenyataannya. Distorsi ini berimbas pada penetapan harga jual yang tidak akurat, program diskon yang kontraproduktif, dan pada akhirnya pada penurunan margin laba yang terjadi di semester kedua 2025. Metode Activity-Based Costing (ABC) direkomendasikan sebagai solusi utama untuk memperbaiki kondisi ini, karena memungkinkan alokasi biaya berdasarkan konsumsi sumber daya yang sesungguhnya per aktivitas logistik.

Indonesia’s bulky goods retail sector has grown rapidly yet remains burdened by disproportionately high logistics costs that are rarely measured with precision. This paper investigates Bulky, an e-commerce retailer founded in Bogor in 2023 that has been specializing in bulk-purchase product categories since 2024. Throughout 2025, the company’s gross profit margin traced a striking arc: it climbed from 29.44% in January to 38.75% in May before tumbling to 17.84% in September, closing the year at 18.75% with a twelve-month average of 27.63%. Two research objectives guided this study: first, to map the actual composition of logistics costs at Bulky; and second, to evaluate whether the prevailing cost-recording method adequately caures those costs in the Cost of Goods Sold (COGS) figure and what consequences any inaccuracy carries for profit margins. A qualitative explanatory case-study design was adoed. Primary data came from in-deh interviews with the Logistics/Operations Supervisor, the Finance and Accounting Supervisor, and a Finance Staff member; secondary data consisted of twelve-monthly financial reports spanning January through December 2025. Findings reveal that the company allocates all logistics costs as a flat 8% of sales value a blunt instrument that systematically understates the burden borne by large, heavy products and overstates it for small accessories. This distortion ripples forward into mispriced products, poorly calibrated discount programmes, and ultimately into the margin erosion observed in the second half of 2025. Activity-Based Costing (ABC) is proposed as the corrective framework, enabling cost assignment to reflect the actual resources consumed by each product category.

References

Alidaee, B., Wang, H. and Sua, L.S., 2023. 'The last-mile delivery of heavy, bulky, oversized products: Literature review and research agenda'. Logistics, 7(4), p. 98. Available at: https://doi.org/10.3390/logistics7040098.

Asosiasi Logistik Indonesia, 2023. Laporan kinerja logistik nasional 2023. Jakarta: ALI.

Badan Pusat Statistik, 2024. Perkembangan e-commerce Indonesia 2024. Jakarta: BPS.

Budiyono, T., 2022. 'Peran Akuntansi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan Strategis Berbasis Biaya Rantai Pasok pada Perusahaan Dagang'. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 7(3), hlm. 201-215.

Chopra, S. and Meindl, P., 2022. Supply chain management: Strategy, planning, and operation. 7th edn. London: Pearson Education.

Hansen, D.R. and Mowen, M.M., 2020. Managerial accounting. 10th edn. Boston: South-Western Cengage Learning.

Horngren, C.T., Datar, S.M. and Rajan, M.V., 2022. Cost accounting: A managerial emphasis. 17th edn. New York: Pearson Education.

Indrajit, R.E. and Djokopranoto, R., 2023. Manajemen rantai pasok. Ed. revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Miles, M.B., Huberman, A.M. and Saldana, J., 2014. Qualitative data analysis: A methods sourcebook. 3rd edn. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Quesado, P. and Silva, R., 2021. 'Activity-based costing (ABC) and its implication for open innovation'. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 7(1), p. 41. Available at: https://doi.org/10.3390/joitmc7010041.

Sánchez-Rebull, M.-V., Niñerola, A. and Hernández-Lara, A.-B., 2023. 'After 30 years, what has happened to activity-based costing? A systematic literature review'. SAGE Open, 13(2), pp. 1–26. Available at: https://doi.org/10.1177/21582440231178785.

Sofa, D.M., Surbakti, M.A., Fraidylegif, P. and Djatu, P., 2026. 'Implementasi SAK EMKM pada usaha pengolahan hasil laut pesisir pantai Kota Surabaya'. JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management, 4(1), pp. 27–31.

Suprianto, E., Hamid, D. and Nuzula, N.F., 2022. 'Implementasi activity-based costing sebagai dasar penetapan harga jual dan analisis profitabilitas produk'. Jurnal Administrasi Bisnis, 109(1), pp. 1–10. Available at: https://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.

Supriyono, R.A., 2018. Akuntansi biaya: Pengumpulan biaya dan penentuan harga pokok, buku 1. Ed. ke-2. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Yin, R.K., 2018. Case study research and applications: Design and methods. 6th edn. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Published

30-09-2026

How to Cite

Analisis Biaya Logistik dan Implikasinya terhadap Akurasi Harga Pokok Penjualan serta Margin Laba: Studi Kasus pada Perusahaan Ritel Barang Besar Bulky. (2026). Nusantara Entrepreneurship and Management Review, 4(2), 155-166. https://doi.org/10.55732/nemr.v4i2.2302