Melestarikan Kesenian Tradisional Ludruk Berbasis Modern sebagai Upaya Menjaga Identitas Budaya Lokal

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.55732/xvmj2j32

Kata Kunci:

Kesenian, Ludruk Milennial, Pagelaran

Abstrak

Upaya pelestarian dan pengembangan ludruk menjadi penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus menikmati dan mempelajari kekayaan budaya ini. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sumorame, RT 02 RW 11 Kabupaten Sidoarjo. Pagelaran ludruk milenial di Desa Sumorame RT 02 RW 11 merupakan suatu upaya warga setempat untuk mencegah punahnya kesenian di tengah gempuran budaya asing. Kelancaran kegiatan pagelaran ludruk milenial di RT 02 RW 11 Desa Sumorame mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa pengabdi, dan berbagai pihak terkait dalam melestarikan budaya tradisional dengan sentuhan modern.

Preservation and development of the ludruk are crucial to ensure that future generations can continue to enjoy and learn about this rich culture. This community service activity was conducted in Sumorame Village, RT 02 RW 11, Sidoarjo Regency. The millennial ludruk performance in Sumorame Village, RT 02 RW 11, represents a local effort to prevent the extinction of this art form amidst the onslaught of foreign cultures. The successful implementation of the millennial ludruk performance in RT 02 RW 11, Sumorame Village, reflects the successful collaboration between the community, student community service participants, and various related parties in preserving traditional culture with a modern touch.

Referensi

Aribowo, Christinawati, D. (2012) ‘Kelompok Ludruk Cak Durasim (Ludruk Organisatie) di Surabaya Tahun 1933-1945’.

Budianto et al. (2023) ‘Optimalisasi Web Desa Guna Penyampaian Informasi melalui Pelatihan Desain dan Pembuatan Website di Desa Berbek’, Nusantara Community Empowerment Review, 1(2), pp. 106–111. Available at: https://doi.org/10.55732/ncer.v1i2.989.

Hargianto (2016) ‘Pudarnya Eksistensi Kesenian Tradisional Ludruk Akibat Globalisasi Budaya’.

Koentjaraningrat (2004) ‘Implementasi Mata Kuliah Perencanaan Event Kehumasan dalam Pelestarian Kesenian Ludruk di Pagesangan Surabaya’, PARAHITA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Vol 5(1).

Lestari, A.D. et al. (2023) ‘Pemanfaatan Lahan Kosong dan Sampah Plastik sebagai Ruang Terbuka Hijau di Desa Lebo’, Nusantara Community Empowerment Review, 1(2), pp. 95–100. Available at: https://doi.org/10.55732/ncer.v1i2.979.

Peacock, J.L. (2005) ‘Melestarikan Budaya Lokal melalui Film: Analisis Tekstual Seni Budaya Ludruk pada Loka Drama Lara Ati di Vidio’, VISA: Journal of Visions and Ideas, Vol 4 No 3.

Wardhani, J.K. (2019) ‘Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto Jawa Timur Lakon Sarip Tambak Oso’, SATWIKA: Jurnal Kajian Budaya dan Perubahan Sosial, Volume 3.

Wulan, D.A. (2021) ‘Pertunjukan Seni Budaya Virtual Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sebagai Usaha Pelestarian Budaya Di Masa Pandemi Covid-19’, Seminar Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) 2021, pp. 133–139.

Diterbitkan

2025-07-17

Cara Mengutip

Melestarikan Kesenian Tradisional Ludruk Berbasis Modern sebagai Upaya Menjaga Identitas Budaya Lokal. (2025). Nusantara Community Empowerment Review, 3(2), 212-216. https://doi.org/10.55732/xvmj2j32

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.