Penghijauan dan Implementasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk Mewujudkan Desa Ramah Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.55732/a6sh5e64Kata Kunci:
3R, Desa Ramah Lingkungan, Desa Wisata, Penghijauan, Pemberdayaan MasyarakatAbstrak
Desa Candipari di Porong, Sidoarjo, merupakan desa yang rentan terhadap polusi dan panas akibat dampak dari lumpur lapindo dan minimnya penghijauan. Dalam upaya menjadikan kehidupan masyarakat dan lingkungan lebih sehat, serta mendorong perekonomian desa melalui pariwisata, dilakukan program penghijauan dan implementasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang melibatkan penanaman 100 tanaman di beberapa lokasi strategis desa. Strategi Asset Based Community Development (ABCD) digunakan dalam inisiatif ini untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan aset lokal. Mendaur ulang barang-barang lama juga membantu menyebarkan informasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Kualitas udara, keindahan lingkungan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat diharapkan meningkat sebagai hasil dari inisiatif ini, yang bertujuan untuk membangun permukiman wisata yang ramah lingkungan. Lebih banyak orang di lingkungan tersebut kemungkinan akan terlibat dalam upaya perlindungan lingkungan sebagai hasil dari acara ini.
Candipari Village in Porong, Sidoarjo, is a village that is vulnerable to pollution and heat due to the impact of Lapindo mud and minimal greening. To improve the quality of the environment and public health, as well as to encourage the village economy through tourism, a greening program and implementation of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) were carried out, which involved planting 100 plants in several strategic locations in the village. This program uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to utilize local assets in community empowerment. In addition, used goods are recycled to increase public awareness of good waste management. The results of this activity are expected to improve air quality, environmental beauty, and community economic welfare through the development of environmentally friendly tourist villages. This activity is also expected to increase active community participation in preserving the environment.
Referensi
Cahyani, L. et al. (2025) ‘Webinar UMKM: Implementasi Strategi Digitalisasi dalam Meningkatkan Daya Saing di Era Digital’, Nusantara Community Empowerment Review, 3(1), pp. 124–128. Available at: https://doi.org/10.55732/ncer.v3i1.1410.
Rohma, F. et al. (2025) ‘Strategi Pemuda dalam Membranding Wisata dengan Pelatihan Desain Komunikasi Visual Menggunakan Aplikasi Canva’, Nusantara Community Empowerment Review, 3(1), pp. 118–123. Available at: https://doi.org/10.55732/ncer.v3i1.1395.
Setyobudiarso, H., Yuwono, E. and Ma’ruf, A. (2020) ‘Kegiatan Penghijauan di Pesisir Watu Later Dusun Rawatrate, Desa Sitiarjo, Kabupaten Malang’, Jurnal Aplikasi dan Inovasi Ipteks ‘Soliditas’ (J-Solid), 3(2), p. 48. Available at: https://doi.org/10.31328/js.v3i2.1443.
Shofiroh, N. et al. (2023) ‘Artikel nusantara community empowerment review’, NCER: Nusantara Community Empowerment Review, 1(2), pp. 81–86.
Umasugi, S. et al. (2021) ‘Edukasi Penghijauan Menuju Desa Asri pada Masyarakat Desa Waesuhan’, Jurnal Warta Desa (JWD), 3(2), pp. 136–141. Available at: https://doi.org/10.29303/jwd.v3i2.146.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nusantara Community Empowerment Review

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
