Pelestarian Permainan Tradisional sebagai Media Pembentukan Karakter Bangsa dan Pengenalan Budaya Daerah kepada Anak-Anak

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.55732/zvjpge90

Kata Kunci:

Anak-anak, Pelestarian budaya, Pendidikan karakter, Permainan tradisional

Abstrak

Permainan tradisional merupakan kegiatan bermain yang tumbuh dan berkembang dari suatu daerah atau bangsa. Melalui permainan tradisional, kita dapat mengenal berbagai kebudayaan daerah serta mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan sosial. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab kita sebagai pengamalan dari "bhinneka tunggal ika". Bertepatan dengan kemajuan teknologi, anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan media digital, yang menyebabkan hilangnya minat pada permainan tradisional. Padahal, permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penting untuk membentuk karakter bangsa. Permainan tradisional, seperti petak umpet, engklek, dan lompat tali, mengajarkan anak-anak nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk permainan tradisional, tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya, dan strategi yang efektif untuk melestarikannya sebagai sarana pembentukan karakter anak.

Traditional games are activities that grow and develop throughout a region or nation. Through traditional games, we can learn about various regional cultures and teach the values ​​of cooperation and social responsibility. Therefore, their preservation is our responsibility as a practice of "Bhinneka Tunggal Ika." Coinciding with technological advances, children now spend more time with digital media, leading to a loss of interest in traditional games. Yet, traditional games serve not only as entertainment but also as an important means of shaping national character. Traditional games, such as hide-and-seek, hopscotch, and jump rope, teach children values ​​such as cooperation, honesty, sportsmanship, and togetherness. This study aims to understand the forms of traditional games, the challenges faced in their preservation, and effective strategies for preserving them as a means of character building in children.

Referensi

Anas et al. (2026) ‘Legalisasi Usaha Mikro: Pelatihan dan Pendampingan NIB, P-IRT, dan Sertifikasi Halal Bagi UMKM Berbasis Digital Online Single Submission’, Nusantara Community Empowerment Review, 4(1), pp. 37–42. Available at: https://doi.org/10.55732/qc6knj46.

Aulia, S. et al. (2026) ‘Pemberdayaan Literasi Masyarakat Melalui Program Warung Literasi dan Bimbingan Belajar Cerdas Ceria’, Nusantara Community Empowerment Review, 4(1), pp. 43–47. Available at: https://doi.org/10.55732/pqvy2587.

Dinar Ayu Mirunggan Sari and Dwi Kurniawan (2024) ‘Pentingnya Pengenalan Permainan Tradisional dalam Menanamkan Nilai Karakter dan Budaya’, JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan, 2(1), pp. 83–92. Available at: https://doi.org/10.61404/jimad.v2i1.182.

Hanifa, S. et al. (2025) ‘Kearifan Lokal melalui Permainan Congklak sebagai Upaya Penguatan Identitas Nasional di SDN 42’, JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(3).

Ilham, M.I. et al. (2025) ‘Revitalisasi Permainan Tradisional untuk Mengurangi Ketergantungan Gadget dan Meningkatkan Aktivitas Fisik Siswa di SDN Kotakulon 03’, Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 6(2). Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.35870/jpni.v6i2.1459.

Sudaryanti, S. et al. (2024) ‘Pengembangan Kemampuan Motorik dan Sosial Emosional Anak Usia Dini Menggunakan Permainan Tradisional’, Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), pp. 114–125. Available at: https://doi.org/10.21831/jpa.v13i1.387.

Suryawan, I.G.A.J. (2018) ‘Permainan Tradisional sebagai Media Pelestarian Budaya dan Penanaman Nilai Karakter Bangsa’, GENTA HREDAYA: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 2(2).

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-14

Cara Mengutip

Pelestarian Permainan Tradisional sebagai Media Pembentukan Karakter Bangsa dan Pengenalan Budaya Daerah kepada Anak-Anak. (2026). Nusantara Community Empowerment Review, 4(2), 132-136. https://doi.org/10.55732/zvjpge90