https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/issue/feed Al Manar 2023-12-22T08:23:57+07:00 Risalul Ummah. M.Pd.I fai@unusida.ac.id Open Journal Systems <p>Al Manar : Jurnal Agama dan Pendidikan Islam<br />Dibawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan mei dan agustus.</p> https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/978 IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN PROGRAM KEAGAMAAN di MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH KAUMAN NGORO JOMBANG 2023-08-11T11:35:33+07:00 Muhammad Zamroji muhammadzamroji89@gmail.com Robi'ul Afif Nurul 'Aini robiul.afif90@gmail.com Alimatun Nur Hasanah alimakhasanah969@gmail.com <p><em>Budaya religius Madrasah pada hakikatnya terwujud dengan adanya nilai ajaran agama sebagai budaya dalam berperilaku dan budaya sekolah yang diikuti oleh semua warga sekolah. Hal tersebut perlu dilakukan agar nilai-nilai agama islam senantiasa tercermin dalam perilaku keseharian seluruh warga sekolah terutama siswa dan bisa menjadi tameng dalam menghadapi budaya-budaya negatif yang ada dilingkungan sekitar. Semakin berkembangnya zaman dan tekhnologi banyak saat ini perilaku yang tidak baik menjadi suau kebiasaan bahkan menjadi karakter yang melekat pada diri manusia.</em> <em>Pembentukan karakter religius siswa </em><em>dapat</em><em> dilakukan melalui program-program keagamaan yang di terapkan sehari-hari di Madrasah dan membiasakan diri setiap siswa dalam menjalankan kegiatan yang bersifat keagamaan </em><em>seperti:</em><em> bersalaman dengan bapak ibu guru saat tiba di Madrasah, sholat dhuha dan dzuhur berjama`ah, Berdo`a dan membaca asmaul husna sebelum </em><em>kegiatan belajar mengajar</em><em>, rutinitas tahlilan jum`at legi, pembelajaran TPQ, program hafalan juz amma, ekstrakurikuler qiroah, belajar kaligrafi.</em></p> 2023-08-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/987 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PROGRAM ANTI-BULLYING DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM 2023-08-17T11:14:29+07:00 Muh Ibnu Sholeh indocelllular@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program anti-bullying sesuai dengan konsep keislaman dan faktor apa saja yang mendukung keberhasilan program anti-bullying di lembaga pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, artikel, laporan, dokumen, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian baik secara offline maupun online. Data yang diperoleh dari studi pustaka dianalisis dengan kualitatif model interaktif. Model analisis data ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program anti-bullying sesuai dengan konsep keislaman seperti kasih sayang dan empati, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan, keadilan dan perlakuan adil, penolakan terhadap kekerasan, pendidikan nilai-nilai moral, tanggung jawab sosial dan pembentukan karakter yang mulia. Faktor penting yang mendukung keberhasilan program anti-bullying meliputi dukungan penuh dari manajemen sekolah, partisipasi aktif siswa, pendidikan dan pelatihan guru, keterlibatan orang tua, penggunaan metode pendidikan yang kreatif, pengawasan dan evaluasi berkala, kerjasama dengan komunitas, pemantauan online yang aman dan komunikasi terbuka</em><em>. </em></p> 2023-08-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/999 PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK SHOP TERHADAP PERILAKU REMAJA PADA SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL ICHSAN BONTANG KALIMANTAN 2023-08-28T12:56:47+07:00 Khumaini Rosadi meynina.79@gmail.com Nur Nafisatul Fithriyah nurnafisatul.pgmi@unusida.ac.id <p>Di pondok pesantren Nurul Ichsan setiap hari ada saja kurir mengantarkan paket santri. Ada yang menggunakan metode pembayaran COD atau bayar di tempat, ada yang sudah bayar langsung melalui transfer, dan juga ada yang dicicil pembayarannya. Barang-barang yang dibelanjakan oleh santri-santri pun beragam. Mulai dari perlengkapan belajar seperti mushaf &nbsp;Alquran, pakaian seperti gamis jubah dan baju-baju kekinian, kosmetik dan alat-alat kecantikan seperti skincare, sampai beli permainan viral lato-lato pun melalui TikTok shop. bahkan kurir sudah hafal sekali dengan santri-santri yang sering belanja online karena setiap hari ada saja kiriman barang ke pondok pesantren, baik santri Putra dan santri putri.&nbsp;Maka dari banyaknya santri-santri yang belanja secara online dan seringnya kurir datang mengantarkan paket barang ke pondok pesantren maka saya menulis penelitian ini agar menjadi pelajaran dan pendidikan untuk santri, agar tidak menjadi konsumtif atau boros dalam membelanjakan barang yang tidak diperlukan. Dengan penelitian ini,merupakan himbauan kepada santri agar apa yang dibelanjakan sesuai dengan yang dibutuhkan, bukan hanya keinginan, mengikuti trend yang sementara sedang viral saat ini, sehingga uangnya tidak habis percuma. Tidak mubazir, karena mubazir itu adalah temannya setan. Santri diharapkan bisa meredam hawa nafsunya agar tidak terpengaruh oleh godaan-godaan belanja online.</p> 2023-08-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/1003 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA ISLAM 2023-08-31T13:50:03+07:00 Saichul Adenan saichuladenan@gmail.com Rofiqoh Nirwana rofiqohnirwana.pgmi@unusida.ac.id <p><em>Principal</em><em>&nbsp;</em><em>Leadership</em><em>&nbsp;</em><em>in</em><em>&nbsp;</em><em>Developing</em><em>&nbsp;</em><em>a</em><em>&nbsp;</em><em>Culture</em><em>&nbsp;</em><em>of</em><em>&nbsp;</em><em>Islam</em><em>&nbsp;</em><em>(Case</em><em>&nbsp;</em><em>Study</em><em>&nbsp;</em><em>In</em><em>&nbsp;</em><em>MtsN 4 Kabupaten</em><em>&nbsp;</em><em>M</em><em>ojokerto</em><em>&nbsp;</em><em>was describing is that the</em><em>&nbsp;</em><em>community (residents) Schools are not the teachings and religious values are maximum in</em><em>&nbsp;</em><em>everyday</em><em>&nbsp;</em><em>life. Life in the school environment has not given the life style in accordance</em><em>&nbsp;</em><em>with Islamic teachings, tried to escort the Principal and urge all citizens have agreed to</em><em>&nbsp;</em><em>create a culture of Islam in the schools and trying to do as much as possible. </em><em>The civilizing greetings for residents / Community Schools (b) Activities not maximum</em><em>congregational</em><em>&nbsp;</em><em>Salat</em><em>&nbsp;</em><em>is</em><em>&nbsp;</em><em>&nbsp;</em><em>(C)</em><em>&nbsp;</em><em>Dressing</em><em>&nbsp;</em><em>with</em><em>&nbsp;</em><em>Muslims</em><em>&nbsp;</em><em>is</em><em>&nbsp;</em><em>not</em><em>&nbsp;</em><em>in</em><em>&nbsp;</em><em>line</em><em>&nbsp;</em><em>with</em><em>&nbsp;</em><em>expectations. (D) Less realized the meaning of living a healthy and clean environment (e)</em><em>&nbsp;</em><em>Cultural Shadaqoh can not be applied optimally (f) Cultural Dhuha prayer performed</em><em>&nbsp;</em><em>maximal (g) Not all students can read Al-Qur'an, whether or mujawwad murottal. (H) pray</em><em>&nbsp;</em><em>before and after the lesson has not been maximally implemented. (I) Lack of awareness of</em><em>&nbsp;</em><em>citizens on the Implementation IMTAQ together. (J) The number of students who do not</em><em>&nbsp;</em><em>obey school rules and regulations. (k) Valuing and respecting other people still need to be</em><em>&nbsp;</em><em>improved.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2023-08-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/1004 PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA SDI ULUL ALBAB BLARU KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI 2023-09-01T13:05:54+07:00 Choirul Anam 123choirulanam@gmail.com Achmad Salman salmanalbantani1717@gmail.com <p><em>Pendidikan akhlak merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian</em><em>&nbsp;</em><em>siswa sejak usia dini. Artikel ini membahas peran pendidikan akhlak dalam</em><em>&nbsp;</em><em>membentuk</em><em>&nbsp;</em><em>kepribadian</em><em>&nbsp;</em><em>siswa</em><em>&nbsp;</em><em>kelas</em><em>&nbsp;</em><em>dua</em><em>&nbsp;</em><em>di</em><em>&nbsp;</em><em>Sekolah</em><em>&nbsp;</em><em>Dasar</em><em>&nbsp;</em><em>Islam</em><em>&nbsp;</em><em>(SDI).</em><em>&nbsp;</em><em>Penekanan pada pendidikan akhlak pada usia dini merupakan strategi yang</em><em>&nbsp;</em><em>efektif</em><em>&nbsp;</em><em>untuk</em><em>&nbsp;</em><em>mengembangkan</em><em>&nbsp;</em><em>karakter</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>moralitas</em><em>&nbsp;</em><em>siswa</em><em>&nbsp;</em><em>lingkungan</em><em>&nbsp;</em><em>sekolah</em><em>&nbsp;</em><em>yang</em><em>&nbsp;</em><em>mendukung</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>menerapkan</em><em>&nbsp;</em><em>prinsip-prinsip</em><em>&nbsp;</em><em>moral</em><em>&nbsp;</em><em>juga</em><em>&nbsp;</em><em>berperan</em><em>&nbsp;</em><em>penting.</em><em>&nbsp;</em><em>Sekolah</em><em>&nbsp;</em><em>harus</em><em>&nbsp;</em><em>menciptakan</em><em>&nbsp;</em><em>budaya</em><em>&nbsp;</em><em>yang</em><em>&nbsp;</em><em>mendorong</em><em>&nbsp;</em><em>siswa untuk berperilaku baik, saling menghormati, dan mempraktikkan nilai-</em><em>&nbsp;</em><em>nilai</em><em>&nbsp;</em><em>kebajikan</em><em>&nbsp;</em><em>dalam</em><em>&nbsp;</em><em>kehidupan</em><em>&nbsp;</em><em>sehari-hari.</em><em>&nbsp;</em><em>kurikulum</em><em>&nbsp;</em><em>yang</em><em>&nbsp;</em><em>mencakup</em><em>&nbsp;</em><em>pendidikan akhlak secara terstruktur dan kontekstual memainkan peran yang</em><em>&nbsp;</em><em>signifikan. Materi pembelajaran harus dirancang untuk mengajarkan siswa</em><em>&nbsp;</em><em>tentang</em><em>&nbsp;</em><em>etika,</em><em>&nbsp;</em><em>moralitas,</em><em>&nbsp;</em><em>tanggung</em><em>&nbsp;</em><em>jawab,</em><em>&nbsp;</em><em>empati,</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>toleransi.</em><em>&nbsp;</em><em>Metode</em><em>&nbsp;</em><em>pengajaran</em><em>&nbsp;</em><em>yang</em><em>&nbsp;</em><em>interaktif</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>melibatkan</em><em>&nbsp;</em><em>siswa</em><em>&nbsp;</em><em>dalam</em><em>&nbsp;</em><em>diskusi</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>permainan peran juga dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-</em><em>&nbsp;</em><em>nilai</em><em>&nbsp;</em><em>akhlak. kolaborasi</em><em>&nbsp;</em><em>yang erat antara guru, orang tua, dan masyarakat</em><em>&nbsp;</em><em>juga</em><em>&nbsp;</em><em>diperlukan.</em><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Penelitian</em><em>&nbsp;</em><em>yang</em><em>&nbsp;</em><em>digunakan</em><em>&nbsp;</em><em>penulis</em><em>&nbsp;</em><em>adalah</em><em>&nbsp;</em><em>pendekatan</em><em>&nbsp;</em><em>kualitatif</em><em>&nbsp;</em><em>dengan</em><em>&nbsp;</em><em>karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data langsung, deskriptif,</em><em>&nbsp;</em><em>proses lebih dipentingkan dari pada hasil. Analisis dalam penelitian kualitatif</em><em>&nbsp;</em><em>cenderung dilakukan secara analisa induktif dan ma‟na merupakan hal yang</em><em>&nbsp;</em><em>esensial</em><em>&nbsp;</em><em>dalam</em><em>&nbsp;</em><em>penelitian</em><em>&nbsp;</em><em>kualitatif,</em><em>&nbsp;</em><em>Adapun</em><em>&nbsp;</em><em>jenis</em><em>&nbsp;</em><em>penelitian</em><em>&nbsp;</em><em>adalah</em><em>&nbsp;</em><em>studi</em><em>&nbsp;</em><em>kasus,</em><em>&nbsp;</em><em>yaitu</em><em>&nbsp;</em><em>suatu</em><em>&nbsp;</em><em>ekspresi</em><em>&nbsp;</em><em>intensif</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>analisis</em><em>&nbsp;</em><em>fenomena</em><em>&nbsp;</em><em>tertentu</em><em>&nbsp;</em><em>atau</em><em>&nbsp;</em><em>satuan</em><em>&nbsp;</em><em>sosial</em><em>&nbsp;</em><em>seperti</em><em>&nbsp;</em><em>individu,</em><em>&nbsp;</em><em>kelompok,</em><em>&nbsp;</em><em>lembaga,</em><em>&nbsp;</em><em>atau</em><em>&nbsp;</em><em>masyarakat.</em></p> <p><em>Hasil dari pendidikan akhlak yang efektif adalah siswa kelas dua SD yang</em><em>&nbsp;</em><em>memiliki kepribadian yang baik, berperilaku sopan, menghargai perbedaan,</em><em>&nbsp;</em><em>memiliki</em><em>&nbsp;</em><em>empati,</em><em>&nbsp;</em><em>bertanggung</em><em>&nbsp;</em><em>jawab,</em><em>&nbsp;</em><em>dan</em><em>&nbsp;</em><em>menghormati</em><em>&nbsp;</em><em>otoritas.</em><em>&nbsp;</em></p> 2023-08-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/1081 Takut dalam Al Quran dan Hadits 2023-12-11T14:11:53+07:00 Sirajudin Sirajudin@gmail.com Mahyudin Barni Barni@gmail.com Iskandar Iskandar@gmai.com <p><em>Referring to the research objectives, findings and results of the discussion in this research, it is concluded that there are 3 words for fear in Islam, first, khauf, a mental attitude of feeling afraid of Allah because one's devotion is less than perfect, fear or worry that Allah will not be pleased with one, second, increase feelings of fear in the hearts of Muslims when in battle, third c. Khasyyah is fear that is accompanied by exaltation or because of the greatness of what is feared.In the hadith there is also the word fear which refers to fear of Allah SWT.</em></p> 2023-08-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/1104 PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KARAKTER DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0 2023-12-22T08:11:28+07:00 M. Samsul Ikhsan samsulihsan15@gmail.com <p>Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, terlebih pendidikan Islam saat ini semakin kompleks. Pendidikan diharuskan untuk beradapatsi dengan era teknologi yang semakin maju dan terintegrasi. Modernisasi pendidikan Islam dengan pendekatan pendidikan karakter menjadi keniscayaan untuk melahirkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui &nbsp;permasalahan pendidikan Islam yang sedang dihadapi dan bagaimana tantangannya kedepan. Kemudian bagaimana solusinya agar mampu bersaing dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia.Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan data dari dokumentasi menggunakan metode deskriptif-analisis. Transformasi pendidikan Islam diperlukan agar bisa keluar dari permasalahan. Penguatan lembaga pendidikan Islam juga perlu diperhatikan, yang meliputi penguatan manajemen pendidikan Islam, kepemimpinan, dan reformasi kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya, unggul, dan berdaya saing, yaitu generasi kreatif, inovatif, berkarakter, mandiri, cinta tanah air dan religius untuk menghadapi era revolusi industri 5.0 yang menuntut serba cepat, tepat, efektif dan efisien</p> 2023-12-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Al Manar