SEBARAN TIMBAL PADA AIR PERSAWAHAN DI KABUPATEN SIDOARJO

Listin Fitrianah, Agus Rachmad Purnama

Abstract


Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah yang menjadi basis industri di Jawa Timur, tentunya memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi. Keberadaan industri tersebut padaakhirnya berpotensi negatif terhadap lingkungan yaitu terjadinya akumulasi logam berat padaareal persawahan. Keberadaan logam berat yang terkonsentrasi di areal persawahan jika tidakdikelola secara baik pada akhirnya akan menyebabkan terjadi gangguan kesehatan pada manusia.Besarnya dampak yang dapat ditimbulkan dari keberadaan logam berat timbal, maka diperlukan penelitian yang diharapkan dapat memberikan informasi terkait konsentrasi dan sebaran dari timbal air di Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Sebaran nantinya akan dijabarkan dengan pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi potensi sebaran logam berat timbal pada tanah dan air di areal persawahan Sidoarjo serta potensi dampak akumulasi timbal terhadap lingkungan. Sampel yang diambiladalah tanah dan air di areal persawahan, dengan 18 titik lokasi. Metode yang digunakan padaidentifikasi sebaran timbal pada areal persawahan di Kabupaten Sidoarjo adalah survei dan ujilaboratorium, dimana pola sebaran kandungan timbal di persawahan dilakukan dengan menggunakan analisis spasial dengan Metode Spline with Barrier Program Arcgis 10.1. Sebaran kandungan timpal pada air persawahan tertinggi pada kecamatan Taman sebesar 0,23 ppm, yang dibawahnya yaitu Krian dan Wonoayu. Ketiga kecamatan tersebut dalam peran kegiatan industri sangat tinggi. Kegiatan industri yang berdampingan dengan persawahan warga yang memberikan dampak pada kandungan timbal air yang mengaliri persawahan. 

 

Kata kunci:Air, Industri,Pencemaran, Sawah, Timbal.

Full Text:

PDF

References


Cahyadi A dan Hartoyo F. A., 2011, Pemetaan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pemetaan Imbuhan Airtanah dan Kerentanan Airtanah di Kawasan Karst (Studi Kasus di Kecamatan Paliyan dan Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul., Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2011 (SNATI 2011), Yogyakarta.

Darmono. 1995. Logam dalam Sistem Makhluk Hidup. UI-Press, Jakarta.

HoshikaAT, Shiozawa K, Kawana, Tanimoto T. 1991. Heavy Metal Pollution in Sediment from the Seto Island, Japan. Marine pollution. Bull. 23: 101 – 105

Nriagu JO. 1979. Global inventory of natural and anthropogenic emissions of trace metals to the atmosphere. Nature. 279: 409-411.

Palar H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta (ID): Rineka Cipta.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kawasan Industri. http://hukum.unsrat.ac.id/lh/menlh2010_3.pdf diakses pada [25 Juli 2019].

Peraturan PemerintahNomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.http://www.minerba.esdm.go.id/library/sijh/PP8201_KualitasAir.pdf diakses pada [22 Juli 2019].

Prahasta E. 2005. Sistem Informasi Geografis Konsep Dasar Perspektif Geodesi dan Geomatika. Bandung (ID): Informatika.

Priyanto B dan Prayitno J, 2007. Fitoremidiasi Sebagai Sebuah Teknologi Pemulihan Pencemaran Khususnya Logam Berat.http://ltl.bppt.tripod.com/sublab/lflora l.html. Diakses pada [13 April 2019]

Singh J, Upadhyaya SK, Pathaka RK, Guptab V. 2011. Accumulation of Heavy Metals in Soil and Paddy Crop(Oryza sativa),Irrigated with Water of Ramgarh Lake,Gorakhpur, Up, India.India (IN): Avadh University.

Susanti R, Muskaningtyas D dan Sasi FA. 2014. Analisis Kadar Logam Berat pada Sungai di Jawa Tengah. Sainteknologi 12(01): 35-40.

Yunita N, 2011. Evaluasi Penggunaan Air Irigasi yang Mengandung Logam Berat Timbal (Pb) pada Ambang Batas Kualitas Air Pertanian Terhadap Kadar Timbal pada Tanaman Bayam (Amarantus sp.). Skripsi. Universitas Andalas: Padang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.