PEMETAAN POTENSI DESA SEBAGAI MODEL UNTUK MEMBANGUN DESA SEHAT DAN MANDIRI (STUDI KASUS: DESA BANDILAN, KECAMATAN PRAJEKAN, KABUPATEN BONDOWOSO)

Agustin Wulan Dharmayanti, Baiq Lily Handayani, Dini Kurniawati, Dian Purbasari, Gagas Hikmah Pradana, Aqsha Hanantara

Abstract


Desa sebagai unit terkecil struktur pemerintahan memegang peranan penting dalam pembangunan negara. Desa menjadi lini pertama identifikasi dan perencanaan pemecahan permasalah di masyarakat, salah satunya masalah kesehatan. Masalah kesehatan di desa seperti lingkaran setan dengan masalah pendidikan dan ekonomi, dimana susah menemukan akar permasalahannya. Hal ini akan mempengaruhi tercapainya kemandirian desa. Pemetaan potensi desa merupakan salah satu model identifikasi segala sumber daya dan permasalahan yang ada di desa termasuk profil desa. Tujuan pemetaan potensi desa ini untuk mengidentifikasi sumberdaya alam, profil pemberdayaan masyarakat, dan permasalahan yang tersebar di wilayah desa. Pemetaan ini diharapkan sebagai dasar penyusunan rencana kerja, pendekatan pelaksanaan program kerja, dan acuan dasar proses perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Obyek pengamatan dilakukan di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan yang merupakan salah satu desa tertinggal dan stunting di Kabupaten Bondowoso. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh wilayah di Desa Bandilan mempunyai potensi dan kearifan lokal di berbagai sektor. Desa sehat dan mandiri di Desa Bandilan dapat tercapai dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang mampu mengoptimalkan seluruh sumberdaya alam di desa.

 

Kata kunci:Desa Sehat, Desa Mandiri, Pemberdayaan Masyarakat, Pemetaan, Potensi Desa.

Full Text:

PDF

References


Aprina, M, Evi Naria, dan Wirsal Hasan. 2014. Hubungan kualitas mikrobiologis air sumur gali dan pengelolaan sampah di rumah tangga dengan kejadian diare pada keluarga di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan tahun 2013. Jurnal Kesehatan Lingkungan & Keselamatan Kerja, vol 3(1), pp. 1-10.

Bambang. 2017. Pemetaan potensi desa di Kabupaten Banyumas. Ecces, vol 3(2), pp. 123-155.

Desyanti, C, dan Triska Susila Nindya. 2017. Hubungan riwayat penyakit diare dan praktik higiene dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Amerta Nutr. Pp. 243-251. DOI: 10.2473/amnt.v1i3.2017.243-251

Karuniastuti, N. 2013. Bahaya plastik terhadap kesehatan dan lingkungan. Forum Teknologi vol 3(1), pp 6-14.

Mujiyadi, B, M. Syawie, Anwar Sitepu, Suyanto, dan Ayu Diah Amalia. 2017. Penelitian Tentang Profil Dan Pemetaan Potensi Masyarakat Dalam Rangka Pengembangan Desa Sejahtera Mandiri (Rangkuman Hasil Pemetaan). Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI.

Sidik, Fajar. 2015. Menggali potensi lokal mewujudkan kemandirian desa. Jurnal Kebijakan & Administrasi Publik, vol.19 (2), pp. 115-131.

Widiyanto, A.F dan Saudin Yuniarno, Kuswanto. 2015. Polusi air tanah akibat limbah industri dan limbah rumah tangga. Kemas, vol 10(12), pp. 246-254.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.