Pengaruh Waktu Dan Temperatur Hidrolisis Dalam Proses Sintesis Furfural Dari Sekam Padi Dengan Menggunakan Metode Hidrolisis Dan Dehidrasi

Cindi Amborowati

Abstract


Lahan persawahan di Kalimantan Timur merupakan salah satu lahan yang masih produktif. Hal ini terlihat dari banyaknya tumpukan limbah sekam padi di tempat penggilingan padi. Limbah sekam padi tersebut belum banyak dimanfaatkan, sehingga pada penelitian ini menggunakan limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan furfural. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, hidrolisa dan analisa. Pada tahap persiapan bahan baku, sekam padi dikecilkan ukurannya hingga 100 mesh, kemudian dikeringkan didalam oven. Proses hidrolisa menggunakan asam sulfat 1% sebagai katalis dengan memvariasikan waktu 10, 40, 70, 100, 130 (menit) dan temperatur 30, 50, 70, 90, 105 (°C). Kemudian hasil hidrolisis disaring dan filtratnya dianalisa kuantitatif dengan metode volumetri, pada variasi waktu diperoleh hasil tertinggi yaitu pada 130 menit dengan konsentrasi furfural 8,182 mol/L, sedangkan pada variasi temperatur diperoleh hasil tertinggi pada suhu 105°C dengan konsentrasi furfural yaitu 10,741 mol/L. 


Keywords


Asam Sulfat, Furfural, Hidrolisis, Sekam Padi.

Full Text:

PDF

References


Andaka, A. (2011). Hidrolisis Ampas Tebu Menjadi Furfural dengan Katalisator Asam Sulfat. Jurnal Teknologi Vol.2 No.2:180-188

Andaka, G. (2013). Optimasi Konsentrasi Asam Sulfat Dan Kecepatan Pengadukan Pada Proses Hidrolisis Ampas Tebu Menjadi Furfural. Jurnal Teknologi Technoscientia Vol.5 No.2

BPS. (2015). Berita resmi statistic BPS provinsi Kalimantan Timur.

Chandra, A., Miryanti, Y.I.P.A., Widjaja, L.B., & Pramudita, A. (2012). Isolasi dan karakteristik silica dari sekam padi. LPPM Universitas Katolik Prahayangan

Dunlop A.P., 1948, Furfural Formation And Behavior Industry Engineering Chemical, Page 40, 204, 208.

Febriani, S. & Iryani, D. A. (2015). Optimasi Produksi Furfural dari Hidrolisis Bagas Tebu dengan Katalis Asam Asetat. LPP Universitas Lampung.

Hidajati, N. (2006). Pengolahan Tongkol Jagung sebagai Bahan Pembuatan Furfural. Jurnal Ilmu Dasar, Vol. 8 No. 1:45-53

Juwita, R., Syarif, L. R., Tuhuloul, A. (2012). Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Katalisator Asam terhadap Sintesis Furfural dari Sekam Padi.Konversi, Vol. 1 No. 1:34-38

Mitarlis, Ismono, Tukiran. (2011). Pengembangan Metode Sintesis Furfural Berbahan Dasar Campuran Limbah Pertanian dalam Rangka Mewujudkan Prinsip Green Chemistry. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 1 No.3:191-199

Nugraha, G. (2012). Peningkatan Nilai Kalor Biobriket Campuran Kulit Mete dan Sekam Padi Melalui Metode Pirolisis. Tugas Akhir Universitas Diponegoro.

Suwarni, & Suprijono. A. (2012). Pembuatan Furfural dari Kulit Padi dengan Proses Hidrolisa Asam. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “Yayasan Pharmasi” Semarang.

Zeitsch, K. J. (2000). The Chemistry and Technology of Furfural and Its Many By-Product (Sugar Series:13). Netherlands: Elsevier Science B.V.






__________________________________________________________________________________________________________________________

Journal of Research and Technology by Jurnal Teknik Unusida is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at http://journal.unusida.ac.id. E-ISSN: 2477 - 6165, P-ISSN: 2460 - 5972

Sponsored by:     Creative Commons License