ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) MODEL HOMESCHOOLING PADA JENJANG SEKOLAH DASAR

Nurul Aini

Abstract


Suasana dan lingkungan  belajar yang kurang  kondusif cenderung  membuat anak menjadi stres, tidak senang belajar di sekolah dan kemudian berkembang menjadi school phobia. Dengan adanya suasana belajar yang kurang kondusif dan kebutuhan nilai-nilai agama yang sesuai dengan kepercayaan orang tua maka banyak orang tua yang mengalihkan pendidikan anak mereka ke homeschooling. Salah satu alasan orang tua mengalihkan pendidikan anaknya pada kegiatan homeschooling adalah orang tua ingin pendidikan anaknya lebih menekankan pendidikan iman, pembentukan karakter dan nilai-nilai agama yang sesuai. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu matapelajaran yang mewadahi pembentukan moral peserta didik sesuai dengan nilai dan kepribadian bangsa. Penanaman dan pembudayaan nilai bersumber dari nilai luhur bangsa diharapkan dapat membentuk peserta didik yang mengenal jati dirinya sebagai bangsa Indonesia, berakhlak mulia, cerdas demokratis, jujur, terampil, berani dan bertanggung jawab sehingga tercipta warga negara yang baik.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan tempat penelitian di homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya. Subjek penelitian ini adalah Kepala Tutor, Tutor matapelajaran PKn, dan homeschooler homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya. Dengan menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman dan teknik analisis isi.

Hasil penelitian yang diperoleh Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan model homeschooling pada jenjang sekolah dasar, pada dasarnya sama seperti pembelajaran di sekolah formal pada umumnya dengan menggunakan kurikulum KTSP 2006 serta dimampatkan oleh Tim kurikulum Kak Seto Pusat. Pembelajaran di homeschooling Kak Seto Surabaya terdiri dari tiga tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian (evaluasi). Kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran PKn model homeschooling di homeschooling Kak Seto Surabaya adalah berasal dari kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan pelaksanaan homeschooling, Kendala kedua yaitu pada saat pelaksanaan pembelajaran, karena yang berada dalam kelas komunitas adalah anak-anak yang unik dan mempunyai kebutuhan masing-masing maka perlu memberikan perhatian ekstra untuk anak-anak yang seperti itu. Keuntungan homeschooling kak seto adalah anak akan mendapatkan fokus perhatian penuh karena hanya dia yang diajari tanpa ada siswa lain seperti di sekolah pada umumnya. Dan ini juga akan mengajarkan anak menjadi pribadi yang mandiri, tidak ada yang bisa dijadikan teman sekelompok, anak harus berusaha mencari tahu sendiri, hal ini akan meningkatkan daya kreativitasnya. Anak homeschooling akan lebih rentan dari pergaulan yang menyimpang, seperti kebiasaan mencontek, tawuran, dan drugs. Di balik kelebihan yang ada, ada kekurangan yang harus diwaspadai. Hal yang paling ditakutkan dalam homeschooling adalah, kurangnya kemampuan berinteraksi sosial untuk anak. Karena itu dibutuhkan komitmen yang tinggi orang tua untuk bisa membantu anak berinteraksi.

Kata-kata Kunci : Pelaksanaan, Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan, Homeschooling, Sekolah Dasar


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka cipta

Bungin, Burhan. 2001. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada

Darmadi, Hamid. 2007. Dasar Konsep Pendidikan Moral : Landasan Konsep Dasar dan implementasi. Jakarta : Alfabeta

Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Deporter, Boby. 2000. Quantum Teaching : Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas, Diterjemahkan oleh Nilandari. Bandung : PT. Mizan Pustaka

Fraenkel, Jack dan Wallen, Norman. 2003. How to Design and Evaluate Research in Education. New York : McGraw Hill Companies

Moedjiarto. 2002. Sekolah Unggul: Metodologi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jakarta: Duta Pustaka Graha

Hakim, Andri. 2001. Hypnosis in Teaching: Cara Dahsyat Mendidik & Mengajar. Jakarta: Visimedia

Kho, Loy. 2007. Homeschooling Untuk Anak, Mengapa Tidak?. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI ).

Makalah Seto Mulyadi, 18 Juni 2006.

Moleong, Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Mulyana, Rahmat. 2005. Menembus Pendidikan yang Tergadai. Edukasi, II:51

Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Nur, Muhammad. 2002. Psikologi Pendidikan: Fondasi untuk Pengajaran. Surabaya : Unesa University Press

Permendiknas 2006 tentang SI dan SKL. Jakarta : Sinar Grafika

Popham, james dan Baker, Eva. 2005. Teknik Mengajar secara Sistematis. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Prasojo, Suminaring. Anakku Luar Biasa Jenius!. Yogyakarta: PustakaWidyatama. 2011.

Rakhmat, Jalaluddin.2007. Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak. Bandung: Mizan Learning Center ( MLC ).

Setyowati Sie, Holy. 2010. Homeschooling, Creating The Best of Me. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Sumardiono. 2007. Homeschooling, Lompatan Cara Belajar, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Syah, Muhibbin. 2005 . Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya

Usman, Uzer.2005. Menjadi Guru Profesional.Remaja. Bandung: Rosdakarya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.